Info Selamat datang di website SMK Negeri 1 Kebumen.
Login Member
Username:
Password :
Agenda
17 October 2019
M
S
S
R
K
J
S
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Kemitraan Samsung dan Kemendikbud Dalam Mendukung Kemajuan Pendidikan Indonesia

Tanggal : 30-09-2019 14:46, dibaca 28 kali.

Jakarta, 23 September 2019. - 

Pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak, tidak hanya pemerintah namun juga orang tua murid, masyarakat, dan kalangan dunia usaha sesuai kewenangan dan peran masing masing. Oleh karena itu Pemerintah selalu menyabut baik apabila ada pihak swasta yang ingin berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Kemitraan strategis pemerintah dan swasta menjadi salah satu fokus pemerintah saat ini, dimana peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia akan semakin mudah dicapai dengan dukungan swasta.

Samsung Electronics Indonesia melalui aktivitas CSR (Corporate Social Responsibility) memberikan dukungan dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia melalui program yang bertajuk “Samsung Indonesia Cerdas”. Sejak tahun 2013, Samsung telah memberikan dukungan untuk pendidikan dibawah pengelolaan citizenship Samsung. Dukungan tersebut diantaranya adalahSamsung Tech Institute (STI) yaitu program pemanfaatan Information and Technology untuk mendukung pembelajaran danSamsung Smart Learning Class (SSLC) yaitu kelas pintar berbasis teknologi di sekolah. Hingga saat ini telah ada 69 SMK yang telah mengadopsi program STI, dan 8 SMA, 1 SMP, dan 1 SD yang telah memiliki fasilitas SSLC dan akses pembelajaran digital.

Dalam program SSLC, Samsung mendukung pengembangan kompetensi guru melalui pelatihan pemanfaatan gawai seperti tabletdalam kegiatan belajar. Guru diberikan pelatihan bagaimana memanfaatkan Learning Management System (LMS) maupun buku elektronik sebagai pendukung dalam pemebalajaran. “Kami mendukung pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan membangun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta mendorong kegiatan belajar mengajar yang lebih menarik dan sesuai dengan generasi zaman sekarang, yaitu digital native,” ujar JaeHoon Kwon selaku Presiden Direktur PT. Samsung Electronics Indonesia.

Dalam rangka mendukung dan memperkuat kemitraan yang strategis dengan PT. Samsung Electronics Indonesia, pada hari Senin (23/09/2019) bertempat di Gedung A Ruang Ki Hajar Dewantara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan PT. Samsung Electronics Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama tentang Peningkatan Kompetensi Pendidik, Tenaga Kependidikan dan Peserta Didik di Indonesia yang akan diimplementasikan melalui Program Samsung Indonesia Cerdas. Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama ditandatangani oleh Didik Suhardi selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Jae Hoon Kwin selaku Presiden Direktur PT. Samsung Electronics Indonesia.

Kerja sama yang dikembangkan melalui program Samsung Indonesia Cerdas mencakup (1) Penyelarasan kurikulum, (2) Pengembangan proses pembelajaran berbasis elektronik, (3) Pengembangan kompetensi bagi guru, tenaga kependidikan dan peserta didik, (4) Pengembangan materi pelatihan bagi guru, tenaga kependidikan dan peserta didik, (5) Perekrutan lulusan SMK sesuai dengan kebutuhan industri, dan (6) Pengembangan dan pemanfaatan sarana dan prasarana

Didik Suhardi, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan bahwa kerja sama antara SMK dengan industri perlu dilakukan. “Proses pembelajaran di SMK tidak bisa lepas dari peran industri, dengan alasan tersebut saya selalu mengingatkan dan berharap agar SMK selalu mengoptimalkan jalinan kerja sama dengan industri guna terjadinya link and match, sehingga lulusan SMK dapat menjawab tantangan yang ada di industri. Kami harap kerja sama ini dapat dilanjutkan dengan implementasi yang jelas dan tepat sasaran,” ujar beliau.

Selain itu bagi industri yang mendukung pengembangan vokasi melalui praktik kerja, pemagangan dan pembelajaran didukung oleh Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 2019 yang diikuti dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 128 tahun 2019. “Pemerintah juga sudah membuat peraturan. Ada semacam insentif pajak bagi industri yang mau bekerja sama di bidang pendidikan yaitu super tax deduction, jadi ada manfaat untuk kedua belah pihak”, lanjut Didik Suhardi.

Dengan kerja sama ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan PT. Samsung Electronics Indonesia memiliki komitmen untuk mendukung proses pembelajaran dengan keterlibatan industri yang lebih intensif. Hasil dari kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak yaitu pertumbuhan bisnis yang positif bagi PT Samsung Electronics Indonesia serta meningkatnya kualitas sumber daya manusia Indonesia menjadi lebih unggul dan berkompeten.



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas