421 Siswa dan Guru SMK Negeri 1 Kebumen Ikuti Tes TOEIC, Pengawasan Ketat dari ITC Jakarta

Kebumen, 30 Juli 2026 — Sebanyak 421 siswa SMK Negeri 1 Kebumen mengikuti Tes TOEIC (Test of English for International Communication) sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi bahasa asing yang diselenggarakan melalui program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Para peserta merupakan siswa yang berhasil lolos seleksi VIERA (Vocational Institution English Readiness Assessment). Dari total 467 peserta yang mengikuti seleksi VIERA, sebanyak 421 siswa atau sekitar 90 persendinyatakan memenuhi kriteria untuk mengikuti tes TOEIC.

Pelaksanaan tes berlangsung dengan menerapkan pengawasan yang ketat. Ujian dilaksanakan menggunakan enam laboratorium komputer yang dibagi menjadi tiga sesi. Setiap sesi didukung oleh admin dan pengawas untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan.

Pengawasan juga dilakukan secara langsung oleh supervisor dari ITC Jakarta selaku penyelenggara TOEIC melalui sambungan Zoom. Pengawasan tersebut dilakukan untuk menjaga akuntabilitas pelaksanaan sekaligus mencegah terjadinya kecurangan selama ujian.

Untuk menjaga integritas tes, peserta tidak diperkenankan membawa barang-barang pribadi ke dalam ruang ujian. Tas, telepon seluler, maupun smartwatch harus diletakkan di tempat yang telah disediakan sebelum peserta memasuki ruang ujian.

Program TOEIC ini merupakan bagian dari upaya Kemendikdasmen dalam meningkatkan kompetensi bahasa asing bagi peserta didik. Melalui program SERBAS (Sertifikasi Kompetensi Bahasa Asing), peningkatan kemampuan bahasa asing diarahkan tidak hanya bagi siswa, tetapi juga guru dan tenaga kependidikan.

Sertifikasi TOEIC sendiri dirancang untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris yang relevan dengan kebutuhan komunikasi di lingkungan kerja dan dunia bisnis. Dengan demikian, hasil sertifikasi diharapkan dapat menjadi salah satu bekal bagi siswa dalam menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.

Membantu Siswa Tetap Belajar Saat PKL

Koordinator sekolah, Bapak Mustakim, menyampaikan bahwa pelaksanaan Tes TOEIC memberikan manfaat positif bagi sekolah dan siswa, khususnya dalam meningkatkan mutu layanan serta hasil belajar bahasa Inggris.

“Kegiatan Tes TOEIC ini sangat membantu sekolah dalam meningkatkan mutu layanan serta hasil belajar bahasa Inggris siswa. Dengan adanya tes TOEIC, secara tidak langsung sekolah memfasilitasi siswa untuk tetap belajar dan mempersiapkan diri menghadapi TKA yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober.”

Menurutnya, pelaksanaan tes juga menjadi momentum yang tepat karena para peserta saat ini sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Meskipun berada di tempat PKL, siswa tetap didorong untuk aktif belajar secara mandiri dengan tetap mendapatkan pemantauan dari sekolah.

“Peserta ujian sedang melaksanakan PKL, sehingga murid tetap aktif belajar secara mandiri, namun tetap dipantau hasil belajarnya,” tambah Mustakim.

Apresiasi untuk Program Peningkatan Kompetensi

Kepala SMK Negeri 1 Kebumen, Umi Rokhayatun, S.Pd., M.Si., Ak., CA, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemendikdasmen, khususnya Subdirektorat Peserta Didik, yang telah memberikan kesempatan sekaligus pendampingan kepada sekolah sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan tes.

“Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi dan kesempatan yang diberikan Kemendikdasmen Subdit Peserta Didik yang telah mendampingi mulai dari persiapan sampai dengan pelaksanaan. Kami yakin program ini akan memberikan dampak yang signifikan bagi pengembangan dan peningkatan kompetensi murid, khususnya dalam penguasaan bahasa asing sebagaimana harapan bersama.”

Sementara itu, dalam arahan pembukaan kegiatan, Ketua Tim Kerja Peserta Didik Direktorat SMK, Adrianus Patiung, yang mewakili Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, turut memberikan motivasi kepada peserta agar mengikuti tes dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai bagian dari pengembangan kompetensi diri.

25 Guru Ikut Tes TOEIC sebagai Bentuk Apresiasi

Tidak hanya siswa, sekolah juga memberikan apresiasi dengan mengikutsertakan 25 guru untuk mengikuti ujian TOEIC. Keikutsertaan guru diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan kompetensi pendidik sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pembelajaran yang semakin mendukung penguasaan bahasa asing.

Dengan adanya program ini, sekolah berharap kemampuan bahasa Inggris siswa, guru, dan tenaga kependidikan dapat terus meningkat sehingga lebih siap menghadapi tuntutan dunia pendidikan, dunia kerja, dan perkembangan komunikasi global.

Siswa: “Keren Pokoke, Bisa Ikut Tes Skala Internasional”

Salah satu peserta, Siti Mudrikah, mengaku senang mendapatkan kesempatan mengikuti Tes TOEIC setelah sebelumnya dinyatakan lolos seleksi VIERA.

“Alhamdulillah, kami sangat gembira dengan adanya tes TOEIC ini. Setelah mengikuti VIERA dan dinyatakan lolos untuk mengikuti Tes TOEIC, kami merasa senang karena akhirnya bisa mengikuti tes berskala internasional. Keren pokoke! Semoga hasilnya terbaik dan membuat kami lebih siap menghadapi TKA.”

Pelaksanaan Tes TOEIC ini diharapkan tidak hanya menghasilkan sertifikasi kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga menumbuhkan motivasi siswa untuk terus belajar, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di tingkat yang lebih luas.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *